Minggu, 03 Oktober 2021

PREFERENCE


 وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ 

Artinya: Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya(QS.At-Tur:21)

Pada tafsir ringkas Kementrian Agama RI disebutkan bahwa di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, akan kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang terikat dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan dia tidak akan dihukum karena dosa orang lain. 

Perkumpulan keluarga diakhir kelak diakhirat tidak serta merta terjadi begitu saja tanpa perjuangan dan ikhtiar hidup kita di dunia. Perbekalan yang cukup dan memperkenalkan anak cucu kita pada norma-norma yang benar dan baik mutlak wajib kita lakukan. Walaupun tidak mudah tetapi kita niatkan mulai dari sekarang. Memperkenalkan dan mengarahkan pada pendidikan yang sesuai dengan tuntunan. Mengajak dan membudayakan dalam kehidupan sehari-hari dari hal-hal kecil untuk membaca, menghafal, dan berperilaku baik dan benar.

Semua itu mari kita sadari dan apapun jalan hidup kita adalah pilihan hidup kita sendiri. Dijelaskan pula bahwa setiap yang ada dalam diri kita adalah tanggung jawab kita sendiri dan oranglain tidak akan menanggung dosa yang kita lakukan. Setiap yang ada dalam diri kita seperti mata, maka kelak akan dipertanggung jawabkan pada Allah SWT. Maka mulai saat ini mari kita gunakan untuk melihat hal yang baik-baik. Telinga dan lisan kita juga dimintai pertanggung jawaban untuk mendengar ataupun berkata yang baik dan bermanfaat. Semuanya termasuk hati, pikiran, dan tindakan yang kita lakukan.

Mungkin terkadang kita terjebak dengan kenikmatan yang selalu terus-menerus kita capai pada kehidupan kita ini. Entah kita lalai dengan harta benda kita yang kurang dimanfaatkan dengan baik, ilmu yang kita miliki kurang bermanfaat, dan keputusan-keputusan yang kita lakukan pada hari-hari kita tidak berpihak pada kebaikan. Hal-hal tersebut dapat kita lihat dan rasakan ketika kita sudah mulai terlihat (1) mengabaikan dan menyepelekan kebenaran ayat-ayat Allah, (2) tidak peka terhadap perilaku itu baik atau buruk. Dalam istilah yang sering kita dengar adalah "Istidraj". Semoga kita terhindar dari sikap tersebut. Amin. Allah SWT telah memperingatkan kita dalam ayat-ayatnya sebagai berikut:

 إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ 

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan (QS. Al-Araf: 40)

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ 
Artinya: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.(QS. Al-Raf:182)

Referensi:
https://tafsirweb.com/10037-quran-surat-at-tur-ayat-21.html

Minggu, 26 September 2021

SURRENDER TO ALLAH SWT

 



"Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa AllahMaha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS al-Anfal [8]: 49)

Manusia terkadang sampai titik dimana tidak perlu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, tidak perlu melakukan pembelaan, dan juga mengeluh tentang semua permasalahan hidupnya pada orang lain. Tapi semua yang terjadi tersebut hanya kita pasrahkan pada Allah SWT, karena kita percaya bahwa Dia-lah yang akan menyelesaikan-nya.

Kepasrahan diri pada Allah SWT mengandung arti tawakal sehingga respon kita adalah bersabar dengan semua yang terjadi pada hidup kita dan mensyukuri setiap episode kehidupan dengan harapan positif. Berpikir positif pada hakekatnya adalah totalitas kepasrahan  tidak akan bergantung pada selain Allah SWT.

Kepasrahan Pada Allah SWT juga merupakan modal utama untuk mencapai ketenangan hidup yang dialami setiap manusia. Dengan pasrah pada Allah SWT, maka manusia akan memiliki energi positif yang memotivasi dalam mencapai tujuan hidup. Manusia akan memahami semua peristiwa pasti mengandung kebaikan.

Dengan pemahaman tersebut manusia akan pantang berputus asa, terus berupaya sekuat tenaga untuk berusaha, memiliki hati, dan kemandirian yang kuat. Kepasrahan pada Allah SWT segala urusan materi dan maknawi akan teratur. Kita akan menjalani kehidupan yang benar, tanpa keraguan, kegelisahan, dan kekhawatiran. Kepasrahan total akan menyadarkan bahwa rencana Allah itu paling baik untuk hidup kita, dibalik apa-apa yang telah  kita rencanakan. Wallahualam.



sriwuryanti2020.blogspot.com

https://youtu.be/ca9N36AybIk

https://www.pendidikankhusus.id/2021/09/jika.html

#sri wuryanti

Senin, 20 September 2021

LOSE HEART

 


    Kesedihan adalah respon alami terhadap kehilangan atau hilangnya hal-hal normal yang biasa kita lakukan. Perasaan kita bisa berubah setiap hari, atau bahkan setiap jam. Hal yang normal, jika kita merasa putus asa pada hari ini dan berubah menjadi marah hanya dalam hitungan jam. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali bahwa gelombang emosi yang terjadi dalam diri kita adalah hal normal. 
    Untuk mengatasi gejolak emosi tersebut, yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri. Tips berdamai dengan diri sendiri adalah dengan cara: (1) temukan penyebabnya, (2) rasakan emosi yang telah kita identifikasi dan menerimanya, (3) identifikasi mekanisme penanganan, sesuai kebiasaan individu(contoh berdoa, jalan-jalan, membuat jurnal dll), dan (5) fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol dan tidak hanyut pada masa depan yang belum pasti sehingga menyebabkan berkutat pada pikiran negatif.
    Allah SWT berfirman dalam surat Dhuha yang artinya: Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)".
    Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insyirah yang artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
💪💓

Referensi:
#sri wuryanti
#sriwuryanti03
https://health.kompas.com/read/2020/05/14/200000868/5-cara-atasi-kesedihan-dan-kekecewaan-di-tengah-situasi-pandemi?page=all
https://tirto.id/surah-al-insyirah-ayat-1-8-bacaan-arti-dan-kandungannya-gbu5

Jumat, 17 September 2021

SILENCE OR SPEAK


Allah SWT berfirman, “Tidak ada kebaikan dalam banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia orang-orang yang menyuruh (manusia) untuk bersedekah, atau berbuat baik, atau mendirikan di antara orang-orang. Barang siapa yang melakukan ini karena mencari keridhaan Allah, kami akan memberinya hadiah yang besar."
 (Sura an-Nisaa/4:114).

Dalam menyelamatkan diri dari kemungkinan melakukan kesalahan ketika berbicara, misalnya ketika ditanya tentang pertanyaan yang tidak diketahui orang, seseorang harus menjawab dengan tiga kata, "Saya tidak tahu." Umar bin Khattab berkata, seperti dikutip Syekh Nawawi Banten, "Diam adalah kunci (untuk) mulut."

Diam hanya tentang hal-hal yang tidak bermoral dan berbicara tentang hal-hal yang taat. Jadi, jika berbicara tentang taat kepada Allah SWT adalah emas, maka diam dari kemaksiatan kepada Allah SWT adalah mutiara. Semoga kesunyian dan ucapan kita yang naik ke langit menembus tujuh kelopak itu sepadan dengan pahalanya, seindah emas dan mutiara.


Referesi

https://www.republika.co.id/berita/qgbnas374/pahala-diam-dan-bicara



Minggu, 12 September 2021

TARAWIH DIRUMAH

Tahun ini ada virus corona tidak boleh sholat tarawih di masjid jadi sholat tarawih dimasjid di ganti dengan tarawih dirumah.

Aku sholat bersama keluargaku ada bapak,ibu dan kakak.

Herannya sehabis sholat tarawih bersama keluargaku aku tidak bisa tidur.

Perasaanku sangat senang karena tahun ini sholat tarawihnya bisa bersama keluarga.

Sebenarnyaaku sedih karena tidak bisa sholat di masjid.

By: Alana sausan syabila


Sabtu, 11 September 2021

FIG AND BINKY FIRST DAY OF SCHOOL (Alana Sausan Syabila september11)


Today it’s my first day of school. My friend Binky go to the school with me. When I go to the classroom, I’m so nervous. The teacher looks good and he smiled widely, she said “Good morning everyone my name is Mrs. Lala nice to see you all student!”. The teacher is Mrs. Lala she is the hyena. We all learn so good with Mrs. Lala. Yes, this is lunch time I make a sandwich and smashed potato with a milk. I’m so happy study in school so many friends, good teacher, and we can share to everyone.

                                         The end

TIME

(QS al-`Asr (103): 1-3). Allah SWT menegaskan dalam Alquran betapa rugi manusia yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik. Kecuali bagi orang yang beriman, beramal kebajikan, dan yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Mereka itulah yang akan mendapatkan keuntungan.

Mari kita gunakan setiap detik umur kita sebaik mungkin. Bersegeralah sebelum kesempatan itu lenyap. Berlombalah dengan waktu, lawanlah nafsu, taklukkan malas, dan carilah bekal sebanyak-banyaknya. Karena saat semuanya telah terlambat, takkan berguna lagi penyesalan di kemudian. Wallahu a'lam.

Betapa mulia dan berharganya waktu. Namun, masih banyak di antara kita yang belum menyadari pentingnya memanfaatkan waktu, bahkan ada yang mengabaikannya begitu saja.
Disadari atau tidak, waktu kita sering dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Siang bekerja bermalas-malasan, malam begadang sambil membicarakan sesuatu yang tidak berguna.

Bagi yang paham pentingnya memanfaatkan waktu, ia akan menyadari makna kehidupan sebenarnya. Waktunya digunakan dan dihabiskan sebagai persiapan untuk menjalani perjalanan abadi. Memperbanyak bekal untuk kehidupan setelah mati, hingga memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Adapun yang lalai, ia hanya membawa bekal sekadarnya, atau bahkan menjalani perjalanan abadi tanpa bekal sama sekali.

Seorang yang beriman, tidak akan menyia-nyiakan waktu sedetik pun. Ia senantiasa menghabiskan waktunya semata-mata untuk lebih dekat dengan Allah dan selalu menyajikan yang terbaik dalam kata dan perbuatan.

Niatnya selalu tegak untuk melakukan segala kebaikan. Motivasinya jelas, mengharap ridha Allah semata. Ia senantiasa berhati-hati dalam berbuat. Perkataannya selalu dijaga agar tidak melukai orang lain.

Tindakannya penuh perhitungan supaya tidak merugikan orang lain. Ia menyadari bahwa waktu tak akan bisa terulang kembali. Maka sudah sepatutnya dihabiskan dalam kebaikan. Sungguh, waktu kita di dunia ini amatlah terbatas. Kematian akan memutus waktu dan kesempatan berbekal sebanyak mungkin untuk kehidupan akhirat. Seseorang yang sadar bahwa kematian akan memotong seluruh usaha dan amal, ia akan senantiasa beramal dan bekerja di masa hidupnya untuk memperoleh pahala dan ganjaran yang abadi.

Jika memiliki harta di dunia, ia akan berusaha untuk kebaikan. Menanam tanaman yang bisa dinikmati generasi penerus. Berusaha membangun keluarga yang bisa mendoakan ketika dirinya telah menghadap Allah SWT dan segala amalan yang pahalanya bisa dipetik tanpa henti. Ia juga akan menulis yang bisa dibaca setiap orang setelahnya. Sebab, ia tak menginginkan kerugian.
    Salam sehat

Referensi
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/09/26/pfno1g313-memanfaatkan-waktu


Sabtu, 04 September 2021

OWE

Siapapun pasti memiliki permasalahan ekonomi baik dalam keluarga ataupun dalam lingkup yang paling luas. Hutang diatur dalam Islam karena memang merupakan salah satu sektor yang bisa berdampak pada  permasalahan sosial. Banyak sekali permasalahan dan konflik yang hadir dari soal hutang. Hutang juga bukan saja dilakukan oleh orang yang tidak mampu, namun juga oleh orang yang mampu atau memiliki harta. 

Kembali lagi bahwa gaya hidup yang ditanamkan dalam sebuah keluarga, akan berpengaruh besar terhadap keterampilan mengatur  keuangan dalam hidup seseorang. Itu akan tercermin dalam kebiasaannya. Apabila suka berhutang, kemungkinan berhutang merupakan adiktif sebagai gaya hidup yang dia pilih, walaupun ada harta yang dimiliki. Oleh sebab itu, gaya hidup seperti apa? apa yang ingin dicapai?. Itu semua pilihan masing-masing. Tetapi sebagai seorang muslim tentunya kita kembalikan lagi kepada hukum-hukum Allah SWT yang memberi petunjuk kehidupan bersahaja dan hakiki.

Menurut Ust. Adi Hidayat dalam kanal youtubnya menyatakan bahwa, "Allah SWT sudah menjamin rizky seseorang, sepanjang digunakan sesuai kebutuhannya maka akan cukup. Ketika seseorang merasa kurang maka orang tersebut punya masalah yakni tidak merasa cukup. Hal tersebut karena ia mengejar satu beban yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhannya atau asas kecukupannya".

Dalil tentang hutang:

Karena Islam cukup konsen terhadap permasalahan hutang, maka ada beberapa dalil yang berkaitan dengan hal tersebut. Berikut ini adalah beberapa dalil yang Islam berikan terkait permasalahan hutang, yang perlu kita perhatikan.

  1. Jangan Meninggal dalam Keadaan Memiliki Hutang “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar(Rp48.000) atau satu dirham (Rp3.900), maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)
  2. Jiwa Orang yang Berhutang Masih Menggantung. “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi). 
  3. Tidak Berniat Membayar Hutang, Maka Dia Pencuri. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)
  4. Dosa Hutang Tidak Terampuni Walau Mati Syahid. Disebutkan mengenai hal tersebut dalam hadits berikut, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim)
  5. Hutang adalah Suatu yang Memberatkan Hidup di Dunia dan Akhirat. Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak hutang akan mendatangkan kerugian di dunia.”
Jika harus berhutang

Jika harus berhutang, maka harus perhatikan hal-hal berikut ini jika akan melaksanakannya. Hutang memang tidak dilarang dalam Islam, namun harus dipertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum melakukannya.

  1. Keadaan yang Terpaksa. Hutang diperbolehkan jika memang dalam kondisi yang terpaksa. Terutama untuk kebutuhan mendesak atau kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan. Usahakan untuk tidak berhutang untuk kebutuhan konsumtif atau kebutuhan sekunder atau tersier. Pastikan dan hitung terlebih dahulu serta tentukan apakah kita benar-benar mampu membayarnya di kemudian hari, agar berhutang lebih rasional.
  2. Jika Harus Berhutang, Niatkanlah untuk Membayarnya. Jika harus berhutang, maka niatkanlah untuk segera membayarnya. Jangan sampai kita terjebak pada hutang dan menunda-nundanya sampai akhirnya ada godaan untuk tidak mau membayarnya. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits. Dari Abu hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah SWT akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa yang mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya”. (HR Bukhari)
  3. Transaksi yang Tertulis. Usahakan dalam setiap transaksi hutang piutang maka harus ada saksi dan juga bukti tertulis. Hal ini agar tidak terdapat konflik atau permasalahan di waktu yang akan datang. Misalnya, tidak mengakui hutang, tidak merasa berhutang, atau hal-hal lain yang membuat hutang gagal bayar.
  4. Segera Lunasi Hutang. Rasulullah SAW bersabda: “Menunda (pembayaran) bagi orang yang mampu merupakan suatu kezaliman.” (HR Bukhari).

Untuk itu sebelum kita menjadi orang-orang yang dzalim, maka segera lunasi hutang kita. Apalagi jika kita memiliki kemampuan dan harta yang mumpuni untuk segera membayar hutang. Jangan tunda dan jangan biarkan hutang menumpuk dalam hidup kita.

Salam Sehat 
Salam Kesahajaan


Referensi
https://accounts.google.com/b/0/AddMailService
Accounts.google.com/b/0/AddMailService


Rabu, 01 September 2021

HAPPY IS EASY

 "BAHAGIA ITU SEDERHANA CUKUP SECANGKIR KOPI, ANDA  HADIR DENGAN KEBAHAGIAAN"
BAGI PENYUKA KOPI
☕
"BAHAGIA ITU SEDERHANA, KETIKA KAMU HADIR DISAMPINGMU"
BAGI YANG MERASAKAN DAN SEDANG TIDAK DITINGGALKAN
👫

Banyak indeks standar kebahagiaan yang dibuat manusia untuk mengukur arti sebuah kebahagiaan dalam hidup kita. Tetapi semua ukuran tersebut tidak sama tingkat pencapaian ataupun tingkat kebahagiaan antara satu orang dengan lainnya. 

Lalu, apa ukuran capaian kebahagiaan hakiki untuk mencapai kehadiran kebahagiaan tersebut?

Surat Al-Hijr (15): ayat 28

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اِنِّىۡ خَالـِقٌۢ بَشَرًا مِّنۡ صَلۡصَالٍ مِّنۡ حَمَاٍ مَّسۡنُوۡنٍ‏
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk".

Surat Az-Zariyat (51): ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Sebagai makluk Allah SWT, pasti meyakini bahwa kita diciptakan oleh sang Khalik dan bahwa Dialah yang paling tahu tentang karakter, seluk beluk, dan tahu apa yang dibutuhkan dari hasil penciptannya. Saat kita mengaku diri menjadi manusia, maka yang tahu kita merasakan sesuatu? apa yang kita perlukan? dan apa yang kita butuhkan hanya pencipta kita yang mengerti. Oleh sebab itu, kalau kita menginginkan sesuatu hal terkait pada kebutuhan kebahagiaan hidup. Maka, kita harus bertanya pada yang menciptakan kita!

Bagimana supaya  kita sampai ke alamat yang ingin kita tuju yaitu kebahagiaan tersebut?
Semakin kita dekat dengan alamat maka kita akan lebih dekat sampai tujuan. Apabila kita tidak tahu alamat yang ingin kita tuju, maka tidak mudah kita sampai tujuan. Begitu pula kebahagiaan. Ketika kita dekat dengan Allah SWT, pada saat dibacakan ayat-ayat-Nya kita akan merasakan kedekatan pada-Nya dan semakin terkait dengan ketawakalan(berserah diri) pada-Nya. Al-Quran bukan hanya dibacakan, tetapi lebih dari itu adalah firman Allah sebagai Hidayah (petunjuk kehidupan). Bagaimana meraih kebahagiaan kita di rumah, di kantor dan bersosial dengan cara lebih sederhana, yaitu dengan cara  melihat dan belajar Al-Quran. Indeks standar kebahagiaan hidup sebagai seorang muslim adalah Al-Quran dan bukan standar yang dibuat oleh manusia.

Muhasabah:
1.  Bersyukur apa yang kita miliki dan bukan yang tidak kita miliki.
2. Mengenal Tuhan dengan meningkatkan pengetahuan.
3. Berdoa dengan tulus pada waktu-waktu penerimaan doa.
4. Berbuat baik dengan niat ibadah pada Allah SWT.
5. Cari pengampunan dengan memperbaiki dosa dan kesalahan masa lalu.


Salam Bahagia
Salam Kesederhanaan 

Referensi

https://kalam.sindonews.com/ayat/28/15/al-hijr-ayat-28
https://tafsirweb.com/4178-quran-surat-al-hijr-ayat-28.html
https://news.detik.com/berita/d-5650736/bacaan-surat-az-zariyat-ayat-56-dan-maknanya
https://www.republika.co.id/berita/qjiqxi335/5-cara-mencapai-kebahagiaan-hidup-dalam-islam



Senin, 30 Agustus 2021

"DISGRACE"


وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَ

 Artinya: "Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat".
 (HR. Tirmidzi)

💜 Apa itu "disgrace"/ Aib?
Menurut al-Fairuz Abadzi dalam Al-Qamus al-Muhith, secara bahasa, aib العيب)) dapat didefinisikan sebagai cacat atau kekurangan. Bentuk jama’nya adalah uyub. Adapun sesuatu yang memiliki aib, dalam bahasa arab di sebut ma’ib. Dalam Kitab ­ad-Dur al-Mukhtar, Al-Hasfaki menyampaikan bahwa sebagian ulama mazhab Hanafi menjelaskan aib dengan pengertian: “Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaanya dan hal itu dianggap sebagai bentuk kekurangan”
Aib adalah aktivitas manusia dalam membuka kekurangan dirinya ataupun kekurangan orang lain. Sangat disayangkan apabila seseorang membuka aib orang lain ke publik, maka akan membuka aibnya sendiri. Dikatakan juga apabila seseorang yang pernah punya aib  telah bertaubat, menutup aib orang lain, menjaga lisan, dan sikapnya maka orang lain justru lambat laun akan melupakan aibnya. Itu, adalah bukti pertolongan Allah SWT.

💜Mengapa kita perlu mengetahui aib kita sendiri?
Mengetahui aib diri dimaksudkan untuk mengenali kapasitas diri. Menjadikan hal itu bahan evaluasi untuk terus bergerak menjadi hamba-hamba terbaik di hadapan Allah SWT. Kita perlu mengkritik kesalahan dan kekurangan diri kita sendiri, untuk memperbaiki diri dan merefleksi apa solusi agar diri kita tidak terjebak pada kekurangan diri terus-menerus dan menjadikan beban diri sendiri maupun oranglain.

💜Apa saja empat cara  manusia dalam mengenali aibnya?
  • Pertama, berkonsultasi kepada guru yang terpercaya baik laku dan kata. Guru tersebut dapat memberikan nasihat dan juga tuntunan agar diri kita tak tersesat. 
  • Kedua, mencari seorang teman yang jujur, yang memiliki bashiroh (mata hati yang tajam (berilmu) dan teguh pegangannya pada ajaran agama. Teman tepercaya ini juga bisa dijadikan referensi untuk dimintai masukan.
  • Ketiga, berusaha mengetahui aib dari ucapan orang-orang yang tidak sepaham dengan kita. 
  • Keempat, bergaul dengan masyarakat.
💓muhasabah dan salam sehat💓

Referensi
https://www.republika.co.id/berita/q2s6nr366/pentingnya-menutupi-aib-diri-dan-orang-lain
https://dppai.uii.ac.id/kamu-dianggap-baik-karena-allah-menutupi-aibmu/

Selasa, 24 Agustus 2021

BURNOUT SYNDROME

💬Apa itu Burnout Syndrome?

Menurut Maslach (2005) burnout adalah perasaan yang lebih dari sedih atau memiliki hari yang buruk. Ini adalah situasi yang terjadi secara menahun yang berhubungan dengan sebuah pekerjaan, dan bisa menyebabkan situasi yang sangat krisis di dalam hidup. 

Schaufelli (1993) juga mendefenisikan burnout sebagai sindrom psikologis yang terdiri atas tiga dimensi yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian prestasi pribadi.

Menurut Izzo (1987) burnout menyebabkan seseorang tidak memiliki tujuan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam bekerja. 

Freudenberger (1991) menyatakan burnout merupakan kelelahan yang terjadi karena seseorang bekerja terlalu intens tanpa memperhatikan kebutuhan pribadinya. 

Kesimpulannya burnout adalah sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa baik secara fisik, mental, maupun emosional. Dampak dari burnout dapat menyebabkan seseorang terganggu dan terjadi penurunan pencapaian prestasi pribadi dalam bekerja.


💭Apa saja Gejalanya?

Setiap orang mungkin pernah merasa tidak berdaya, pekerjaan terlalu menumpuk, atau tidak dihargai ketika bekerja, yang membuat Anda sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kantor. Saat ini terjadi, Anda mungkin sudah mengalami burnout syndrome. Meski demikian, tanda dan gejala burnout syndrome yang sesungguhnya tidak terjadi hanya dalam semalam. Kondisi ini umumnya terbentuk secara bertahap. Anda mungkin tidak merasakan gejala tertentu pada awal kemunculannya, tetapi kemudian menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Adapun gejala yang dialami diantaranya mempengaruhi;

1. Kondisi Fisik

Ciri utama dari kondisi fisik seseorang yang mengalami job burnout adalah kelelahan. Seseorang kerap kali merasa lemas dan lelah, kehabisan energi, dan merasa buntu saat mengatasi masalah kerja. Selain itu, gejala fisik lainnya yang juga sering muncul, yaitu: Sering sakit, sakit kepala dan nyeri otot, nafsu makan menurun, gangguan tidur dan sakit perut atau masalah pencernaan.

2. Kondisi Emosional

Ciri yang khas dari kelompok gejala ini, yaitu mengasingkan diri dari aktivitas di tempat kerja. Orang yang mengalami burnout biasanya merasa bahwa pekerjaannya amat banyak sehingga membuat stres dan frustrasi. Akibatnya, ia menjadi tidak peduli pada lingkungan dan rekan kerjanya. Tak hanya itu, berikut adalah gejala emosional lainnya yang sering muncul: Merasa gagal dan meragukan diri sendiri, merasa tak ada yang membantu dan terjebak dalam pekerjaan, kehilangan motivasi, lebih sinis dan negatif, dan merasa tidak puas dengan pekerjaan.

3. Memengaruhi Kebiasaan

Gejala emosional dan fisik yang dirasakan bisa memengaruhi kebiasaan Anda dalam bekerja. Anda mungkin menjadi suka menunda pekerjaan atau bahkan tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Kondisi ini membuat Anda tidak produktif dan kinerja Anda menjadi menurun. Adapun gejala lainnya yang terkait berupa: makan berlebih, konsumsi obat-obatan, dan alkohol, pelampiasan rasa frustrasi Anda pada orang lain, datang ke kantor terlambat dan pulang lebih cepat dan sulit berkonsentrasi dan menjadi tidak terarah dalam bekerja.


💛Bagaimana cara mengatasi Burnout Syndrome?
  • Syukuri nikmat dan niatkan untuk pekerjaan anda adalah ibadah pada Tuhan.
  • Berpikir positif dan selalu menatap pada tujuan akhir, bahwa apa yang kita kerjakan akan merubah sejarah yang baik.
  • Jaga Keseimbangan hidup dengan  berkumpul dengan keluarga dan temukan hobi yang menyenangkan.
  • Lihat kembali pilihan Anda dengan komunikasi pada atasan untuk menyamakan persepsi.
  • Bicarakan dengan orang lain, seperti rekan-rekan atau sahabat terdekat anda tentang permasalahan yang sedang anda alami.
  • Batasi diri Anda dari orang yang negatif, dengan cara membatasi komunikasi dengan orang yang selalu berpikir negatif, karena akan menambah stres.
  • Lakukan relaksasi, dengan cara yoga, membaca pengetahuan yang diperlukan, dan mendengarkan suara musik/murottal/ceramah yang menenangkan.
  • Olahraga secara rutin dengan Jogging/renang/lari atau permainan lainnya.
  • Tidur cukup membuat badan bugar dan sehat.

🙏SALAM SEHAT

REFERENSI 
http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1621/5/118600291_FILE5.pdf
https://hellosehat.com/mental/stres/burnout-syndrome/

Minggu, 22 Agustus 2021

"LITERASI"

👉Apa Itu Literasi?

Menurut Elizabeth Sulzby literasi adalah kemampuan seseorang dalam berbahasa dan berkomunikasi. Dimana orang tersebut tidak hanya memiliki kemampuan membaca saja. Tetapi juga memiliki kemampuan menyimak, berbicara serta menulis.

Harvey J. Graff, yang mengartikan bahwa literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Setidaknya dengan dua hal ini masyarakat menjadi lebih melek ilmu pengetahuan.

UNESCO atau the united nations educational, scientific and cultural organization literasi adalah kemampuan untuk membaca dan menulis.

Alberta mendefiniskan lebih kritis terhadap dunia literasi. Dimana ketika seseorang membaca dan menulis, selain mendapatkan pengetahuan, juga mengasah ketrampilan, berfikir kritis terhadap masalah yang ada.

National Institute For Literarcy literasi adalah kemampuan menghitung dan memecahkan permasalahan. 

Education Development Center (EDC) literasi adalah kemampuan seseorang memaksimalkan potensi dan keterampilan yang ada di dalam dirinya. Cakupannya keterampilan yang dimaksud tidak sekedar baca tulis saja, tetapi juga meliputi skill ketrampilan yang dimiliki individu tersebut.
Kesimpulannya literasi  secara garis besar, artinya sama. yaitu kemampuan untuk membaca, menulis, berpikir kritis dan membangun komunikasi.

👉Literasi Apa Saja Jenisnya?

1. Literasi Teknologi; literasi digital atau literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Literasi ini diartikan sebagai kemampuan dalam menggunakan dan memanfaatkan media baru seperti internet untuk mengakses, menyebarkan, dan mengomunikasikan informasi secara efektif. 

2. Literasi Data; Literasi yang berkaitan tentang kemampuan untuk ; Mengetahui jenis data yang cocok digunakan pada berbagai keperluan tertentu, menafsirkan data secara visual menggunakan media seperti grafik dan bagan, pola berpikir kritis terhadap informasi yang dihasilkan oleh data, kemampuan menganalisis data, memahami metode dan perangkat yang dapat memudahkan proses analisis data, mengenali data yang menyesatkan atau yang digunakan untuk merugikan orang(HOAX), serta data storytelling

3. Literasi Manusia; Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, negosisi, skill, presentasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

4. Literasi Baca dan Tulis;Literasi ini berkaitan dengan pengetahuan dan kecakapan dalam memperoleh dan mengolah informasi. 

5. Literasi Numerasi; Seperti namanya, literasi jenis ini berkaitan dengan angka. Adapun pengertiannya adalah pengetahuan dan kecakapan untuk memperoleh dan mengkomunikasikan berbagai macam angka dan simbol. Kemampuan ini bertujuan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

6. Literasi Sains; Literasi selanjutnya berkaitan dengan pengetahuan dan kecakapan dalam memperoleh pengetahuan dan menjelaskan fenomena ilmiah. Kamu dapat meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu seputar sains dan perkembangannya.

7.  Literasi Budaya; Literasi ini berkaitan dengan aspek kebudayaan. Literasi budaya berarti pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Terlebih Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa dan kebudayaan.

8. Literasi Finansial; Terakhir berkaitan dengan keuangan. Literasi finansial merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk memahami konsep dan risiko dalam konteks finansial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan individu maupun sosial.

🙏Salam Sehat

Referensi
https://penerbitbukudeepublish.com/pengadaan/pengertian-literasi-menurut-para-ahli/?gclid=CjwKCAjw64eJBhAGEiwABr9o2CPnPRkP0cs04Lkx9uQ6k6bxdMAaOYy-EFXjt06c0EpB70n2wOgoDRoCe60QAvD_BwE
https://www.google.com/search?q=literasi+teknologi&oq=literasi+teknologi&aqs=chrome..69i57j0i512l9.5118j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://glints.com/id/lowongan/literasi-data-adalah/#.YSI4xo4zbIU
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5527159/6-jenis-literasi-yang-perlu-dikuasai-mahasiswa


Senin, 02 Agustus 2021

KELOLA "FEELING"

Interaksi sosial dibutuhkan setiap manusia, karena pria ataupun wanita memiliki peran yang sama penting dalam hubungan tersebut. Namun, tidak mudah bagi orang-orang yang merasa dirinya sensitif. Terkadang sifat tersebut dianggap merupakan kekurangan. Teman atau  orang lain juga  akan sering kita dengar berkomentar bahwa, "ah...jangan berhubungan dengan dia, orangnya  sensitif".

Karakter yang demikian sebenarnya bukanlah sebuah aib ataupun sepenuhnya sebuah kekurangan. Sumber dari CNN Indonesia mengemukakan bahwa sifat dan karakter sesorang sensitif dalam interaksi sosial memiliki peranan penting, diantaranya: (1) empati; tipe demikian adalah orang yang mampu merasakan kebutuhan orang lain di sekelilingnya, (2) tidak mau terlibat konflik; situasi konfrontatif akan menimbulkan rasa cemas, sehingga reaksi dalam dirinya biasanya akan diam atau mengungkapkan yang dia rasa benar, (3) cepat tanggap; pada suatu kelompok orang sensitif akan merasakan kepekaan terlebih dahulu siapa yang bersedih dalam komunitas tersebut dibandingkan orang lain, (4) membantu dalam pekerjaan; bukan hanya pimpinan yang baik, mereka akan memikirkan kesejahteraan timnya, (5) membuat proyek yang bermakna; memiliki proyek yang bermakna dalam hidup seperti pelayanan pada orang lain, (6) berpikir dan bekerja dengan mendalam; memproses pikiran dengan cara yang seksama dan orang dalam hal ini bukan sesuatu yang negatif, (7) berorientasi dengan detail; perubahan sekecil apapun di sekitarnya akan menjadi perhatiannya, (8) sopan santun yang tinggi; memiliki kepekaan dan kesopanan yang tinggi, serta kepedulian yang besar untuk orang lain yang perlu ditolong, dan (9)  sangat memperhatikan pasangan, dia akan sangat peduli dan tahu apa yang dibutuhkan pasangannya, (10) sensitif merupakan bawaan sejak lahir, maka karakter tersebut terimalah sebagai bagian dari kepribadian anda dan berdamailah dengan diri sendiri.

Nah, beberapa kelebihan yang kamu miliki tentang karakter kamu yang sensitif sebenarnya akan menimbulkan beberapa keuntungan. namun, Pada budaya era sekarang ini mungkin sifat sensitif yang berlebihan bukan aset yang tepat kita miliki. Karena, sifat mengumbar perasaan di media sosial dan mengespresikan kegelisahan emosional serta bersifat lemah yang berlebihan tidak akan menguntungkan untuk di ekspos. Untuk, mengurangi sifat sensitif yang berlebihan berikut hal-hal yang mungkin dapat membantu:
  1. Ignore; tidak perlu overthinking dalam menghadapi masalah. Misalnya, ketika pasangan kamu tiba-tiba mendiamkanmu cukup lama, lebih baik tanyakan langsung apa masalahnya, daripada kamu mengikuti perasannmu.
  2. Don't quicly conclude, jangan cepat menyimpulkan pendapat. misalnya: apabila sebuah team mengkritik hal-hal yang perlu diperbaiki, mungkin bukan menyerang pribadimu, tetapi  juga mengkritik untuk keseluruhan kinerja team tsb.
  3. Activity, daripada kamu terlalu banyak berpikir tentang orang lain  memikirkanmu, lebih baik lakukan aktivitas bermanfaat yang dapat menyibukkan dirimu.
  4. Awareness, sadari sampai mana batasan perasaan sensitif kamu, sehingga kamu dapat bertindak ataupun berpikir tentang pendapat orang lain yang tidak perlu kamu pikirkan. Misalnya; kamu dapat melihat orang tersebut beneran atau hanya bercanda.
  5. Realize, sadari bahwa apa yang dipikirkan orang lain bukanlah urusanmu. walaupun oranglain berpikir tentang dirimu, karena hal itu akan membuat lelah.
  6. Can't Control, kamu tidak dapat mengontrol pendapat orang lain atau prasangka terhadap dirimu. Tetapi, alangkah lebih baiknya kamu  berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam setiap tindakan.
  7. Common Sense, gunakan akal sehat dan tidak mengikuti perasaan dalam kondisi apapun. Contohnya, apabila orang tidak peduli dengan dirimu, jangan merasa terabaikan atau merasa terisolasi. Gunakan akal sehatmu dalam setiap waktu dan situasi agar menyehatkan pikiran dan perasaanmu.
                                             ---Salam Sehat---
Setiap yang ada dalam diri kita akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Yang Maha Esa pada saatnya akan tiba. Baik fisik atau pikiran kita. Gunakan setiap hembusan nafas kita untuk dzikir pada Allah YME. 

Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150830111055-277-75416/10-keuntungan-jadi-orang-yang-sensitif
https://rencanamu.id/post/did-you-know/7-cara-mengurangi-kebiasaan-baper-aka-bawa-perasaan

Minggu, 25 Juli 2021

selesai isoman

Isoman (isolasi mandiri) biasanya dilakukan selama 10-15 hari. Tak mudah menjalani masa tersebut, karena harus menjaga agar penyakit tersebut tidak menular kepada anggota keluarga kita. Pengalaman isoman ada beberapa yang kita perhatikan;

1. Menggunakan satu ruangan sendiri

2. Memakai kamar mandi terpisah

3. Memakai double masker di dalam rumah

4. Menggunakan peralatan makan dan mencucinya secara terpisah

5. Memakai kaos tangan saat melalukan aktivitas

6. Berjemur minimal 30 menit tiap hari

7. Berjalan kaki semampunya untuk melatih kebugaran

8. Minum vitamin c, d, e 

9. Minum madu dan suplemen lain

10. Makan buah(jeruk peras, alpukat, buah naga, pisang dll)

11. Makan teratur walaupun indera penciuman(anosmia) dan mulut tidak dapat merasa 

13. Sering minum air putih hangat 

14. Minum obat sesuai dengan keluhan saat itu (batuk, pilek, paracetamol dan antibiok)

15. Rutin membersihkan tempat isolasi, rumah, dan semprotkan disinspectan seluruh ruangan.

16. Sedia inhaler untuk dihirup pada hidung, agar mengurangi hidung tersumbat

17. Menghirup  minyak kayu putih untuk mengurangi dahak yang mengental dihidung dan paru

18. Hindari kontak langsung dengan keluarga

19. Pisahkan pakaian  kotor di mesin cuci dengan anggota keluarga lain

20. Jangan lupa ibadah dan doa

Setelah Isoman selesai;

1. Bersihkan tempat isolasi dan semprot dengan disinspectan

2. Tetap minum vitamin, suplemen, dan makanan sehat agar badan tidak merasa kelelahan.

3. Olahraga

4. Makan makanan yang sehat

5. Berjemur

6. Tetap lakukan prokes

7. Berdoa dan dzikir yang lebih khusyu, karena ibadah paling terasa nyaman ketika sehat.

                     Terimakasih salam sehat




Easy

Menjaga diri agar selalu sehat dalam berpikir dan berbeda pendapat;

1. Easy going

Sebagai makhluk sosial kita terkadang berbeda pendapat dalam komunikasi. tetapi sadari bahwa perbedaan tersebut bukan berarti kita ditolak atau pendapat kita buruk. Maka akan merasa minder atau tidak berguna. Tetapi, anggaplah bahwa oranglain belum paham apa yang sedang kita pikirkan atau sebenarnya ada hal-hal baik yang belum diketahui oranglain.

2. Open mind

Kosongkan pikiran saat bertemu oranglain. Sehingga ketika kita berbeda pendapat akan mudah menerima perbedaan tersebut. Ketika pikiran kosong, maka akan mudah menerima pendapat/opini orang lain. Sama halnya ketika pendapat kamu ditolak, maka akan memiliki perasaan yang sama.

3. Emphaty

Berpikir dari sudut pandang oranglain, mungkin ada pemikiran  lain yang berbeda atau luput dari pemahaman kita. cobalah berpikir dengan dengan banyak sudut pandang agar memperoleh keselarasan.

4. Nothing is perpect

Tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin pendapat yang kita miliki tidak sempurna menurut oranglain. Maka, itu semua menjadi pelajaran untuk memperbaiki pemikiran kita kembali.

5. Wisdom

Ambil hikmah dari semua yang telah terjadi. maka, ketidak sempurnaan tersebut akan mengajarkan kembali bagaimana menyempurnakan perbedaan tersebut, dengan cara belajar kembali, untuk menggali permasalahan dan mencari literasi yang lebih akurat untuk menambah ilmu agar bermanfaat.

Jumat, 02 Juli 2021

la`in syakartum la`azīdannakum

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
 "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(Qs. Ibrahim: 7)

Allah akan selalu menambahkan kenikmatan pada hambanya yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Nikmat tersebut akan selalu bertambah dan bertambah selama hidup di dunia sampai di akhirat, seperti disampaikan Allah SWT dalam Al-Quran:

1. Qs. Surat 3(Ali Imran): 169-171
Artinya:
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah, itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki (169). Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (170). Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (171)

2. Qs, Surat 13 (Ra'd): 23-24

Artinya: 
"yaitu Syurga yang kekal yang mereka akan memasukinya bersama-sama orang-orang yang mengerjakan amal soleh dari ibu bapak mereka dan isteri-isteri mereka serta anak-anak mereka; sedang malaikat-malaikat pula akan masuk kepada mereka dari tiap-tiap pintu (23). (sambil mengucapkan):  Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu" (24).

3. Qs. Surat Adz-Dzariat (51): 15-52
Artinya: 
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air (15). mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik(16). Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.(17) dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) (18). Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. (19). Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, (20). dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (21) Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. (22). Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan" (23).

4. Qs. Al- Mu'minun (23): 1-11
Artinya: 
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman (1). Yaitu orang yang khusyuk dalam salatnya (2) dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (3)dan orang yang menunaikan zakat (4) dan orang yang memelihara kemaluannya (5) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela (6) Tetapi barang siapa yang mencari dibalik itu (zina, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7) Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya (8) serta orang yang memelihara salatnya (9) Merekalah orang-orang yang akan mewarisi (10) (yakni) orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11)".

5. Qs. 2 (al-Baqarah) : 25
Artinya:
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya (25)".

Syukur nikmat:

Dalam buku Rahasia Di Balik Usia 40 Tahun yang ditulis oleh Ahmad Annuri MA disebutkan bagaimana cara agar tetap bersyukur, yaitu:

1. Merenungi nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak terhingga, sehingga tumbuh rasa cinta kepada Allah. Resapilah betapa banyak nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita.

2. Mengingat masa kanak-kanak. Cobalah sesekali perhatikan bayi yang baru lahir! Maka, kita akan mendapatkan perbedaan yang sangat mencolok antara kita saat ini dengan bayi yang baru lahir. Maka, renungilah nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada kita hingga kita bisa mencapai usia 40 tahun atau bahkan lebih dari itu.

3. Berdoa kepada Allah subhanahau wa ta’ala untuk selalu bersyukur. Jika Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa dan memberikan petunjuk kepada kita untuk dapat selalu memuji serta mensyukuri-Nya, ketahuilah itu adalah nikmat lain yang harus disyukuri.

4. Mengingat janji Allah subhanahu wa ta’ala untuk orang yang bersyukur. Allah berfirman, Allah telah memerintahkan kita untuk selalu bersyukur, padahal sungguh Allah tidak membuthkan kita, ketahuilah manfaat dari rasa syukur akan kembali kepada kita. Karena sungguh janji Allah adalah yang paling benar.

5. Mengingat risiko yang berpaling dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Firman Allah: Allah telah menciptakan semua manusia dalam keadaan beriman. Maka, janganlah kita balas nikmat yang sangat besar ini dengan pengingkaran atau kekafiran, karena kafir bisa menjadikan kita celaka serta sengsara di dunia maupun di akhirat kelak.

6. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah upaya penuh yang dilakukan manusia untuk berusaha secara sungguh-sungguh untuk mengalahkan hawa nafsu yang cenderung suka pada hal-hal yang negatif, seperti malas dan kikir.

7. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia, yaitu hanya sebagai tempat singgah. Sehingga hal ini akan mendorong manusia untuk beramal saleh secara sempurna.

8. Mengadakan latihan-latihan syukur secara pribadi. Caranya, ketika kita sedang dalam keadaan sendiri di rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah daripada menyaksikan televisi atau hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat. Atau misalnya melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk infak fii sabilillah dengan membiasakan infak S3 (Sehari Seribu Saja)

9. Membaca-baca kisah para nabi, sahabat, tabi’in, atau ulama salaf lainnya untuk mengambil suri teladan mereka.

10. Senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dimudahkan untuk selalu bersyukur.

💙Muhasabah💙

Referensi:
https://kumparan.com/berita-hari-ini/tafsir-surat-ibrahim-ayat-7-selalu-bersyukur-atas-nikmat-allah-swt-1v3HpgJvIoa/full
http://www.hajij.com/id/the-noble-quran/item/729-tafsir-al-quran-surat-ali-imran-ayat-169-173-
http://www.ibnukatsironline.com/2015/06/tafsir-surat-ar-rad-ayat-20-24.html
https://www.merdeka.com/quran/al-baqarah/ayat-25
https://www.kompasiana.com/srisugiastuti/5500be8b813311501afa7bb2/ada-apa-di-qs-23-al-mu-minun-1-11
https://mysephias.wordpress.com/2008/02/27/al-quran-surat-ar-rad-ayat-35-13-35/
https://republika.co.id/berita/p10g9k313/cara-agar-kita-tetap-bersyukur

AKM SEBAGAI SUPPORTING PEMBELAJARAN DI KELAS

PPT AKM silahkan download dari link berikut: https://docs.google.com/presentation/d/13r5kEj1kk5g-ljlmLS4blPQ2Tj_-n5na/edit?usp=sharing&o...