Tampilkan postingan dengan label tunarungu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tunarungu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2020

PENGGUNAAN BAHASA PADA PENILAIAN BAHASA INDONESIA DI SMALB TUNARUNGU

 

PENGGUNAAN BAHASA PADA PENILAIAN BAHASA INDONESIA

DI SMALB TUNARUNGU

 

Sri Wuryanti

PUSPENDIK BALITBANG KEMDIKBUD

Sriwuryanti03@gmail.com

 

Abstrak

Kurikulum 2013 diterapkan di Indonesia dari tahun akademik 2013-2014. Objek pembelajarannya adalah fenomena alam, fenomena sosial, dan fenomena budaya. Teknik pembelajarannya dengan mengamati, mempresentasikan, dan mengkomunikasikan sesuatu baik tertulis maupun lisan. Siswa tunarungu memiliki kosakata yang sangat terbatas dibandingkan dengan siswa yang memiliki fungsi pendengaran normal. Sesuai dengan pendapat Huda (2018) kemampuan siswa SMALB dalam menguasai bahasa asing atau bahasa Indonesia adalah kurangnya kosa kata, tata bahasa, dan kesulitan dalam mengekspresikan ide. Gangguan pendengaran adalah hambatan utama karena bahasa adalah alat untuk berkomunikasi dengan manusia lain, mengekspresikan perasaan, mengatur, memberi informasi, dan mendapatkan pengetahuan. Siswa yang memiliki keterampilan bahasa akan dapat mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan intelektual mereka sepenuhnya. Sementara bagi siswa dengan gangguan pendengaran atau tuli total akan mengalami kurang memiliki penguasaan bahasa melalui pendengaran, tetapi memaksimalkan penguasaan bahasa dengan visi dan memanfaatkan indera lain. Media komunikasi untuk siswa tuna rungu menggunakan dua kemungkinan, yaitu menggunakan media menulis dan membaca atau menggunakan bahasa isyarat. Dalam konteks penilaian standar nasional untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus mengikuti UN, mata pelajaran yang diuji untuk SMALB adalah; matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Sesuai dengan filosofi kurikulum 2013, untuk semua mata pelajaran berdasarkan kontekstual atau teks dengan fenomena budaya, alam dan sosial. Dalam kurikulum 2013 pertanyaan ujian nasional disemua mata pelajaran menggunakan teks yang diamanatkan sesuai dengan fenomena alam, sosial, dan budaya yang lebih dekat dengan lingkungan sekolah. Dari filosofi tersebut maka dalam penilaian tersebut dapat diberikan ide agar penilaian UN secara nasional tidak terlalu jauh isi penilaian dengan subyek yang akan dinilai, diantaranya ; (1) pertanyaan menggunakan media visual media visual, (2) pertanyaan yang sesuai dengan pembelajaran faktual, (3) menggunakan bahasa isyarat.

 

Kata kunci; tunarungu, bahasa indonesia, media konkret, media visual, pertanyaan faktual, dan bahasa isyarat.


Silahkan full paper pada link berikut:

https://drive.google.com/file/d/1BKYqCki-UIGZSm6hsLK6ycdzo8WvE_Jq/view?usp=sharing

PEMANFAATAN SKOR DAYA SERAP UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMALB-B (TUNARUNGU) UNTUK PEMBELAJARAN

 

PEMANFAATAN SKOR DAYA SERAP UJIAN NASIONAL  BAHASA INDONESIA SMALB-B (TUNARUNGU) UNTUK PEMBELAJARAN

 

Sri Wuryanti

PUSPENDIK BALITANG KEMDIKBUD

Sriwuryanti03@gmail.com

 

Abstact: Penelitian Studi Pustaka Ini Berjudul “Pemanfaatan Hasil skor Daya Serap Ujian Nasional  Bahasa Indonesia SMALB-B (Tunarungu) Untuk Pemetaan Mutu Program Pendidikan Dan/Atau Satuan Pendidikan khususnya pembelajaran”. Penelitian ini menjawaban tiga permasalahan, yaitu apakah Hasil daya serap penelitian tersebut dapat digunakan untuk pemetaan mutu program pendidikan Dan/atau satuan pendidikan? Bagaimana hasil daya serap UN Bahasa Indonesia SMALB-B tersebut dapat digunakan sebagai pemetaan mutu pendidikan Dan/satuan pendidikan? Dan bagaimana soal-soal ujian nasional lebih baik menggunakan media berbentuk audio visual, materi-materi yang faktual, dan mempergunakan bahasa isyarat, karena melihat karakteristik anak tunarungu yang sangat visual?

            Data penelitian ini diperoleh dari beberapa data dari Puspendik, jurnal, dan buku yang berkaitan tentang Daya serap UN dan penggunaan mutu program pada satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan analisis dengan menggunakan teknik deskriptif.

            Hasil penelitian ini yang pertama menunjukkan dari keseluruhan lima cakupan materi bahasa Indonesia swasta rata-rata 7.39, dan sekolah negeri 5,96. Dengan demikian skor Ujian Nasional  Bahasa Indonesia antara SLB negeri dengan SLB swasta di DKI Jakarta jauh lebih tinggi skornya dibandingkan sekolah negeri. Kedua hasil Ujian nasional tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah, ketika sekolah memanfaatkan hasil ujia nasional tersebut dengan melihat beberapa deskripsi contoh soal percakupan materi. Kedua sekolah dapat memanfaatkan deskripsi contoh soal percakupan materi untuk pembelajaran. Ketiga sebaiknya Ujian nasional bagi anak tunarungu akan lebih baik menggunakan audio visual, mempergunakan teks-teks yang faktual, dan beberapa soal menggunakan bahasa Isyarat.

 

Kata Kunci: Ujian Nasional, tunarungu, pembelajaran, bahasa Indonesia

silahkan buka full paper dilink berikut:

https://drive.google.com/file/d/1ZDeJZeXz0XaRrEoaiC0mrOLzvm_oGwM8/view?usp=sharing

Jumat, 09 Oktober 2020

KEMAMPUAN VERBAL PESERTA DIDIK SDLB TUNARUNGU

KEMAMPUAN VERBAL PESERTA DIDIK

SDLB TUNARUNGU

                                                                                                            

Sri Wuryanti

Staf Bidang Penilaian Akademik, Puspendik, Balitbang, Kemdikbud

sriwuryanti03@gmail.c 

Abstrak. Peserta didik SDLB tunarungu yaitu anak dengan usia 6-11 tahun, mereka anak dengan keterbatasan pendengaran, serta memiliki gangguan verbal seperti membaca, menulis, dan berbicara. Mereka memiliki hak memperoleh pendidikan  Pembelajaran tercantum dalam Undang-undang nomor 2 tahun 1989 pasal 7 yang berbunyi; warga yang memiliki kelainan fisik dan /mental berhak memperoleh pendidikan luar biasa(8). Pendidikan luar biasa adalah pendidikan setara dengan sekolah umum, perbedaannya kurikulum,pembelajaran dan penilaian disetarakan dengan peserta didik berhambatan. Dalam kurikulum SDLB tuna rungu, peserta didik dengan gangguan keterbatasan bahasa; meliputi  gangguan pendengaran, dan hambatan kemampuan verbal, namun dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia SDLB tersebut masih terdapat tuntutan terhadap kompetensi siswa dalam penguasaan kemampuan bahasa verbal; yaitu praktek melisankan teks lirik puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. Pada tulisan ini dideskripsikan kemampuan verbal dan deskripsi beberapa KD(kompetensi Dasar) SDLB tunarungu, sehingga akan memberikan gambaran yang padu, agar tidak terjadi ketimpangan yang lebar antara proses pembelajaran dan penilaian.


Kata Kunci: tuna rungu, kemampuan verbal, kurikulum dan penilaian

makalah selengkapnya silahkan buka link dibawah ini:

 https://drive.google.com/file/d/1WsclwfN-_Znep8gGm1t9X8q6Wlku-SPG/view?usp=sharing

 


 


AKM SEBAGAI SUPPORTING PEMBELAJARAN DI KELAS

PPT AKM silahkan download dari link berikut: https://docs.google.com/presentation/d/13r5kEj1kk5g-ljlmLS4blPQ2Tj_-n5na/edit?usp=sharing&o...