Selasa, 03 November 2020

KEMAMPUAN DAYA SERAP MATERI PELAJARAN MATEMATIKA PADA PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 Sri Wuryanti , Joko Yuwono

 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dan daya serap terhadap materi pelajaran Matematika dalam Ujian Nasional SMA tahun pelajaran 2018/2019. Meskipun, Ujian Nasional telah dihapus secara undang-undang, namun hasil Ujian Nasional terakhir tahun 2018/2019 masih dapat digunkan untuk memotret kemampuan minimal akademik siswa dan juga untuk refleksi guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik. Kemampuan peserta didik dapat diketahui dari hasil ujian nasional, sedangkan daya serap terhadap mata pelajaran Matematika dapat dilihat dari persentase peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi yang dapat menjawab benar soal-soal Ujian Nasional Matematika. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik jenjang SMA yang mengikuti Ujian Nasional tahun pelajaran 2018/2019, sedangkan sampel penelitian adalah seluruh peserta didik inklusi jenjang SMA yang mengikuti Ujian Nasional tahun pelajaran 2018/2019. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data Ujian Nasional SMA tahun pelajaran 2018/2019. Analisis data menggunakan software Excel, dan selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan skor Ujian Nasional Matematika untuk peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi yang tertinggi adalah 54.02 dan terendah 22.69 dengan rata-rata nilai adalah 39.43. Nilai rata-rata Matematika jurusan IPA adalah 45,66 (termasuk dalam kategori kurang), jurusan Bahasa adalah 40.04 (termasuk kategori kurang), sedangkan jurusan IPS adalah 29.28 (termasuk kategori rendah). Daya serap ratarata tertinggi materi Matematika pada jurusan IPA adalah 30%, pada lingkup materi Aljabar, daya serap terendah adalah 23% pada lingkup materi kalkulus. Pada jurusan IPS, daya serap rata-rata tertinggi mata pelajaran matematika adalah Aljabar dan statistika masing-masing 29%, daya serap terendah adalah 18% pada lingkup materi Geometri dan Trigonometri. Sedangkan, Pada jurusan Bahasa, daya serap rata-rata tertinggi adalah Aljabar 38%, yang terendah adalah 30% pada lingkup materi Geometri dan Trigonometri. Rentang nilai pada peserta berkebutuhan khusus sangat besar sehingga perlu pendampingan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Kelemahan peserta didik berkebutuhan khusus dalam mata pelajaran Matematika adalah pada lingkup materi Geometri dan Trigonometri. Kata 

kunci: Ujian Nasional, nilai, daya serap, anak berkebutuhan khusus.

selengkapnya dilink berikut:

https://drive.google.com/file/d/1z7tVJ3eT76ynsxG9drHvvvD3ZlwgQ6cW/view?usp=sharing

Adh-Dhuha


1. وَالضُّحٰىۙ

waḍ-ḍuḥā

Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

2. وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

wal-laili iżā sajādan

Demi malam apabila telah sunyi,

3. مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

4. وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlādan

Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

5. وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

6. اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

a lam yajidka yatīman fa āwāBukankah

Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
7. وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

wa wajadaka ḍāllan fa hadādan

Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

8. وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

wa wajadaka 'ā`ilan fa agnādan

Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

9. فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

10. وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

11. وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).


The world and the hereafter

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20).

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syura: 28)

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54)

Ibnu Katsir rahimahullah juga menyatakan para petani itu begitu takjub pada tanaman yang tumbuh karena hujan tadi. Sama halnya dengan orang kafir ketika memandang dunia. Orang kafir itu begitu semangat pada dunia, hati pun condongnya pada dunia. Padahal tanaman tadi itu bisa menguning, setelah sebelumnya begitu hijau dan enak dipandang mata. Kemudian akhirnya tanaman itu hancur dan kering.

Comfort:

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh Dhuha: 11).

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

Sesungguhnya Allah suka melihat tampaknya bekas nikmat Allah pada hamba-Nya.” (HR. Tirmidzi no. 2819 dan An Nasai no. 3605. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Jika nikmat tersebut berupa harta, maka Allah sangat senang jika hamba memanfaatkan nikmat tersebut untuk berinfak, bersedekah, dan menolong dalam kebaikan.

Jika nikmat tersebut berupa ilmu, maka Allah sangat senang jika ilmu tersebut diamalkan sehingga baik ibadah dan muamalahnya, juga ilmu tersebut disebar dengan dakwah dan mengajari orang lain.

Jika malah sebaliknya, saat Allah sudah memberikan nikmat harta sehingga mampu sebenarnya membeli pakaian, kok malah ia keluar di hadapan orang lain dalam keadaan fakir (seakan tak punya apa-apa). Ini hakekatnya menolak atau menentang nikmat Allah. Sama halnya jika orang diberi harta, lantas ia tidak memanfaatkannya untuk infak atau memenuhi kewajiban dari harta.

Conclution:

Allah SWT selalu ada untuk kita, maka jangan pernah bersedih, sendiri, dan meratapi tentang ketidakberdayaan dalam menghadapi kehidupan dunia. Dengan, mensyukuri setiap nikmatnya maka akan menenangkan dan memuaskan pikiran. karena, Allah tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun, jangan pernah  putus asa  dalam menjalani kehidupan didunia yang sangat indah ini. Tetapi, kehidupan akhirat adalah keabadian yang lebih indah untuk diperjuangkan. 

Sesungguhnya itu lebih baik bagimu dari permulaan, bahwa Allah SWT menjanjikan semua yang dialami umatnya saat ini entah dalam keadaan bingung ataupun kekurangan pada akhirnya Dialah yang akan memberi petunjuk dan mencukupkan. Hanya, perlu kesabaran dan rasa syukur yang harus selalu ditanamkan dalam diri untuk menjeput karunia-Nya. Meminta, dan berkeluh kesahlah hanya pada-Nya, karena Dia sangat suka hamba yang meminta kepada-Nya. Maka, derajat keimanan kita pada Allah SWT membawa dalam bentuk ketaqwaan. Represantasi itu semua adalah  bentuk kehormatan tertinggi sebagai manusia dimata Tuhan maupun sesama makhluk, dibandingkan kita menghamba pada sesama makhluk.

Jangan Pernah menghardik peminta-minta dan anak yatim. Dan, Harta yang kita miliki sebagian adalah hak orang lain,  juga ilmu yang kita miliki sebaiknya ditunjukkan dengan disampaikan pada oranglain agar menjadi amal baik jariyah. Allah SWT tidak menyukai hal-hal yang ditutup-tutupi tetapi sebaiknya ditunjukkan dengan Mensyukuri nikmat Allah SWT dengan bermuamalah sesuai kemampuan yang kita miliki, baik dalam bentuk harta, benda, tenaga dan ilmu. 

Selalu balajar untuk mengingatkan diri saya pribadi dan semoga bermanfaat. Amin.

Reference:rumaysho.com dan Detiknews

Rabu, 28 Oktober 2020

MEMAAFKAN

Batas akhir maaf itu bagaimana?
Riwayat tentang Imam Malik Bin Annas guru dari Imam Syafii Imam besar Madinah Al Munawaroh, pernah suatu ketika Imam Malik dipukul oleh seseorang sampai pingsan, lalu kemudian setelah sadar mengatakan kepada jamaah yang mengunjunginya, jamaah menanyakan, "kenapa kamu sudah memaafkan orang yang memukulmu?'. Beliau menjawab, "Suatu saat ketika aku berjumpa dan menatap Rasulullah dengan rasa bahagia, aku malu ketika ada orang yang masuk neraka karena aku", beliau memaafkan bukan karena ingin masuk surga, tetapi malu ketika diakhirat nanti  ada orang masuk neraka  karena dirinya. 
Oleh sebab itu kenali diri, banyak ujian setiap manusia berupa kesabaran dalam ibadah, zakat infak wakaf sedekah dan kesabaran dalam memberi maaf. Tidak pernah ada kebaikan yang tidak tersakiti  ketika dalam menebarkan kebenaran dan kebaikan.
Tidak mudah untuk menguatkan perasaan dan emosi dalam ujian kesabaran, tetapi kokohkan diri seperti batang pohon yang sudah membesar dan meninggi untuk dapat menyangga daun, bunga dan ranting-ranting yang indah dan bermanfaat dalam kehidupan. Pohon  tidak kokoh  dengan tiba-tiba tetapi melalui proses dari tunas dan bertumbuh perlahan tapi pasti, itu semua perlu pupuk, siraman, dan menyingkirkan serangga yang ingin selalu mengganggunya. 
Manusia juga seperti itu bahwa bersabar adalah suatu proses yang panjang, kemudian hanya perlu memahami diri,  pupuk dengan baca kitab-kitab teladan para salafus shaleh. Dan, apabila masih ada bekas sakit hapuslah sampai tak berbekas, seperti jejak kaki  yang dihempas oleh angin. Kenali diri dengan baik, beramal baik, berniat baik, dan berdoa baik maka Allah SWT akan memberi kebaikan. 
Sukses selalu dalam kehidupan dan Allah SWT selalu memberi keberkahan. Amin.💓

Reference: Ustad Abdul Somad

Selasa, 27 Oktober 2020

KEMAMPUAN GURU SD KELAS IV DALAM MENYELESAIKAN SOAL BAHASA


 

Sri Wuryanti, Dian Rahdiani, Fahmi, Rumondang Purwati, Giri Sarana Hamiseno

Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sriwuryanti03@gmail.com; ffahmi6@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang kemampuan guru SD dalam menyelesaikan soal Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kemampuan, daya serap, dan tingkat kesukaran butir soal, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan untuk mengungkap pemahaman konsep berdasarkan jawaban soal uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD yang terdapat di Indonesia, sedangkan penentuan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling. Random sampling dilakukan terhadap SD rujukan yang terdapat diseluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sekolah sampel sebanyak 84 sekolah, sedangkan objek dari penelitian ini sebanyak 84 guru SD. Simpulan dari penelitian ini adalah: (1) Sebanyak 14% guru Bahasa Indonesia dengan kategori baik  mendapat nilai di atas 80, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih kurang menguasai materi pelajaran, bahkan sebanyak 18% guru dengan kategori kurang mendapat nilai kurang dari 50. (2) daya serap materi yang diujikan sebesar 68,84%. Distribusi soal untuk tiap teks relatif sama dan daya serap Teks bacaan “Terbanglah Elang“ sebesar 71,32% lebih tinggi 5,01 poin dibandigkan daya serap teks bacaan “Bunga di Atas Atap” sebesar 66,33%. dan sebanyak 56% soal termasuk kategori mudah, 40% termasuk kategori sedang, dan 4% termasuk kategori sukar. (3) Sebanyak 45,24% guru menjawab benar soal yang mengukur level pengetahuan fakta, 86,9% guru menjawab benar soal yang mengukur leval aplikasi atau penerapan, dan sebanyak 45,83% guru menjawab benar soal yang mengukur level penalaran. Banyak guru kurang memahami isi bacaan sehingga apa yang ditanyakan dengan jawaban yang diinginkan tidak sesuai.

Kata kunci: tes, tingkat kesukaran, daya serap, nilai, level kemampuan

Full paper silahkan buka dilink berikut:

https://drive.google.com/file/d/1BRH-RK02C3TTSRrELzgaXLndzQ3VzKl-/view?usp=sharing


MERDEKA DAN IKHLAS

🙏MERDEKA DAN IKHLAS💪

Kemerdekaan menurut makna Al-Quran Surat A'raf: 172 bahwa sesungguhnya setiap manusia yang lahir dikandungan ibunya seluruhnya makhluk merdeka, dengan fitrah yang bersih, yaitu memiliki akidah dan tauhid yang telah dilakukan dengan sukarela didalam rahim ibu. Sedangkan, secara etimologis kemerdekaan adalah bebas, berdiri sendiri atau tidak tergantung pada oranglain atau pihak tertentu. 
Mungkin tidak mudah menjadi individu yang dapat membuka pikiran untuk bebas berpikir dan membebaskan diri kita dari intervensi dari institusi bekerja atau dari komunitas lingkungan kita. Karena tidak mudah untuk  bersikap demikian. Dimanapun kita selalu terikat aturan dan juga berupaya untuk dapat diterima oleh lingkungan kita berada. 
Dengan berpegang akidah yang kita yakini sudah barang tentu kita tunduk pada aturan-aturan didalamnya, dengan keyakinan tersebut menghantarkan untuk diri kita menjadi pegangan untuk melangkah menjadi manusia yang merdeka berpikir. 
Kembali pada kemerdekaan berpikir  gambarannya adalah ketika diri kita sudah tidak dibebani lagi untuk selalu menyenangkan oranglain yang selalu menindas hak-hak kita, dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akidah yang kita miliki.
Solusinya: melatih untuk menjadi orang yang mandiri, percaya diri, dan bangun eksistensi diri.

Ikhlas adalah beramal shaleh tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan dari manusia, tetapi mengharap ridha Allah SWT, dalam surat Al-Zalzalah: 7-8 artinya barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar Zarrah dia akan melihat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sebesar Zarrah pun niscaya dia akan mendapat balasan-Nya.
Motivasi dari ayat tersebut adalah jadikanlah diri kita sebagai manusia yang selalu mengharap ridha Allah atau Tuhan penguasa semesta alam ini. Dengan, kekuatan ikhlas tersebut kita tidak terbebani dengan  penilaian makhluk sesama kita.  tetaplah berbuat baik walaupun sekecil papun yang dapat kita lakukan, hanya Allah Yaitu Tuhan kita yang akan membalas semuanya dan rasa damai itu akan mengikuti setiap tarik nafas kita. Lakukan semua aktivitas kita dengan hati, agar sampai kepada hati  orang-orang yang ada disekitar kita.
Solusinya: motivasi untuk selalu berbuat baik dan niatkan karena Allah
💗



Sabtu, 24 Oktober 2020

SOLUSI KETIKA "TERABAIKAN"

JANGAN PERNAH SENDIRI

Islam merupakan agama sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia yang langsung Allah SWT turunkan melalui utusannya Rasulullah, terbukti selama 13 abad peradapan Islam Berjaya didunia. 

Ketika kita percaya bahwa islam adalah keyakinan yang kita junjung tinggi dalam kehidupan kita, maka segala permasalahan yang menimpa kita pasti ada jalan keluarnya. denga, cara membaca, belajar, dan menyimak kalamullah dan tuntunan-tuntunan yang ada dalam kitab-kitab yang ada.

Begitu pula disaat kita menghadapi cobaan yang menimpa kita didunia ini, kembalikan kepada Allah SWT. mungkin, itu yang terbaik untuk diri kita, selalu tanamkan untuk berlapang dada. dalam surat Al-Maidah: 3 dijelaskah bahwa "pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah ku ridhai islam itu jadi agama bagimu.

Tidak mudah menjalani hidup dalam situasi atau lingkungan yang tidak kondusif dalam pemikiran dan mungkin dalam situasi yang bertentangan dengan hatinurani. Seperti dalam surat Al-Jatsiyah: 18, yang artinya: "kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan jangan lah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui". Rahmatil lilalamin dalam islam ketika kita menjalankan aturan-aturan Allah SWT, maka jangan pernah takut ketika semua orang meninggalkanmu karena kita mengikuti aturan-aturan Allah SWT. Tetap teguh pendirian, idependent, ikhlas, dan merdeka. jangan pernah minder atau kurang percaya diri dan latih untuk mengembangkan kepercayaan diri dengan cara menggali ilmu, mandiri dalam menentukan sikap dan pendapat klau itu benar. Keikhlasan dalam melakukan segala perilaku karena ingin beribadah pada Allah, bukan karena dasar apapun. Dan, merdeka dalam berpikir dan bertindak dalam menjalani hidup.

Allah SWT melarang kita menjadi manusia yang khianat atau tidak mau menjalankan perintah dan larangannya. pada surat Thaha:124 yang artinya: "dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya kami akan menghinpunnya dihari kiamat dalam keadaan buta". Manusia diciptakan utuk selalu mengikuti rel yang ditentuka Allah SWT, namun apabila keluar dari jalur yang ditentukan maka tunggulah dihari pembalasan. 

Kesimpulannya:

Dalam keadaan apapun jangan pernah merasa sendiri, jangan pernah putus asa, jangan pernah kurang percaya diri. Jadilah pribadi yang merdeka, ikhlas,  dan merdeka dengan selalu dalam koridor jalan Allah SWT.


AKM SEBAGAI SUPPORTING PEMBELAJARAN DI KELAS

PPT AKM silahkan download dari link berikut: https://docs.google.com/presentation/d/13r5kEj1kk5g-ljlmLS4blPQ2Tj_-n5na/edit?usp=sharing&o...