Jumat, 26 Februari 2021

TETAP BAHAGIA

Kehidupan pernikahan bukan berarti tanpa tekanan. Beberapa pasangan suami istri ada yang tetap bertahan di bawah tekanan, sedangkan yang lain tidak. Apa rahasia pasangan yang berhasil bertahan di masa-masa sulit?. Dalam hubungan itu, masing-masing pasangan yang memutuskan apakah usaha yang mereka lakukan sepadan atau semakin membuat stres, dan hubungan bisa bertahan atau berakhir.

Menurut Psikolog Amerika Benjamin Kasney dan Thomas Bradbury, dalam hubungan rumah tangga yang langgeng ada pasangan suami isteri yang berhasil melakukan proses adaptasi. Ini merupakan keterampilan hubungan yang membantu memediasi efek stres akibat berbagai tekanan yang datang. Bagaimana supaya pernikahan tetap kokoh, dan mampu bertahan di masa-masa penuh tekanan? Menurut psikolog Amerika John Gottman, salah satu peneliti paling berpengaruh dalam bidang hubungan, ada beberapa kunci strategi untuk tetap bahagia:

1. Menjadi sangat akrab dengan tujuan, aspirasi, dan pemicu stres pasangan 

2. Menumbuhkan rasa suka dan kagum terhadap pasangan 

3. Ketika pasangan mengatakan sesuatu yang penuh kasih sayang, perhatian, atau lucu, lihatlah ke arah mereka yaitu memvalidasi dan menanggapi dengan cara yang sama, bukan mengabaikan atau membiarkan mereka

4. Memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan biarkan pasangan memengaruhi satu sama lain. Gottman mencatat ini adalah keterampilan yang umumnya perlu pria kembangkan lebih banyak lagi, wanita seringkali lebih baik dalam hal itu

5. Saat menangani masalah yang bisa dipecahkan, berbicara dengan sopan, menurunkan tingkat ketegangan, bersiaplah untuk menenangkan satu sama lain, dan bersiaplah untuk berkompromi

6. Hormati impian pasangan Anda, bahkan jika Anda tidak menyampaikannya

7. Saling memahami akan tujuan dan maknanya bersama-sama

Gottman menyebut orang-orang yang dapat mengelola strategi ini sebagai "master dalam melawan bencana". Tidak ada pasangan yang sempurna, terutama di bawah tekanan, tetapi jika kita dapat menjaga hubungan kita tetap aman dan saling mendukung, kita dapat memiliki cinta bahkan di saat-saat stres.

Dasar Hukum dalam perkawinan islam

Al Quran Surat Ar Ruum ayat 21 Artinya: "Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptkan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan- Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." 

Al Quran Surat An Nahl ayat 72 Artinya: "Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka, mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah." 

Menurut Tome Pires Hadist Dalam hadist atau sunnah ada beberapa yang menjadi dasar hukum pernikah, yakni: "Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung." (HR Bukhari dan Muslim). 

"Tetapi aku salat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barang siapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." (HR Bukhari dan Muslim). 

"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh lainnya." (HR Baihaqi).


Referensi:

https://www.haibunda.com/moms-life/20210217122134-68-194416/tips-tetap-bahagia-di-tengah-tekanan-pernikahan

https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/13/194500669/dasar-hukum-pernikahan-dalam-islam?page=all#:~:text=Dalam%20ajaran%20Islam%2C%20menikah%20salah,Selain%20itu%20juga%20menghindari%20zina.



SIKAP MENGHADAPI UJIAN

1. SABAR

Qs. Al-Baqarah: 156 "Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali (Inna lillahi wainna ilaihi raji'un)." 
Qs. Al-Baqarah: 155 “Dan sungguh kami akan mengujimu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan dalam hal harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang bersabar.” 

Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.[1] Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.[2] Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan.[2] Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.[2]


2. IKHLAS

Qs. Al-Ara'f: 29 “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.”

Qs Al-Qhafir: 65 “Dialah yang Maha Hidup, tidak ada tuhan selain Dia. Maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Qs. Azzumar: 11-14“Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya dalam menjalankan agama. (11) Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.” (12) Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan azab yang akan ditimpakan pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku.” (13) Katakanlah, “Hanya kepada Allah aku menyembah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya dalam menjalankan agamaku.”

Ikhlas ialah, menghendaki keridhaan Allah dalam suatu amal, membersihkannya dari segala individu maupun duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi suatu amal, kecuali karena Allah dan demi hari akhirat. Tidak ada noda yang mencampuri suatu amal, seperti kecenderungan kepada dunia untuk diri sendiri, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan,  atau, karena syahwat, kedudukan, harta benda, ketenaran, agar mendapat tempat di hati orang banyak, mendapat sanjungan tertentu, karena kesombongan yang terselubung, atau karena alasan-alasan lain yang tidak terpuji; yang intinya bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu; maka semua ini merupakan noda yang mengotori keikhlasan.

3. MENGHARAPKAN PAHALA DARI ALLAH

Qs. Ali Imran: 145 “Siapa yang mencari ganjaran dunia akan Kami beri, dan siapa yang mencari ganjaran akhirat juga akan Kami beri.”

Qs. Ali Imran: 148“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran:148).

Pahala adalah adalah ganjaran untuk hamba Allah SWT yang mengerjakan amalan shaleh dan perkara-perkara yang makruf. Pahala sendiri beriringan dengan amal baik seseorang. Seorang hamba yang melakukan amal sholeh yang diajarkan dalam Al Quran dan hadist, mendapat balasan baik/pahala dari Allah.

4. RIDHA ALLAH SWT.

Qs. Yunus: 7-8 “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa ridha dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan itu) dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya di neraka karena apa yang telah mereka lakukan.” 
Qs. Al-Bayyinah: 8 “Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan meraka pun ridha kepadanya."

Ridha kepada Allah mengharuskan hamba untuk selalu beriman kepada-Nya, termasuk percaya kepada qadha dan qadar-Nya; mencintai dan menaati syariat-Nya; mencintai Rasul-Nya dan mengikuti keteladananya; menjadikan Islam sebagai agama pilihan hidupnya; dan mengorientasikan hidupnya dengan penuh keikhlasan untuk meraih cinta dan ridha-Nya. Oleh karena itu, ada tiga kategori ridha yang harus ditapaki hamba. Pertama, ridha bi syar’illah (syariat Allah) berarti menerima dan menjalankan syariat-Nya dengan ikhlas dan penuh dedikasi. Kedua, ridha bi qadha’illah (ketentuan Allah) berati tidak menolak dan membenci apa yang telah ditetapkan Allah, termasuk segala sesuatu yang tidak menyenangkan (musibah), karena ujian dari Allah merupakan tangga peningkatan derajat iman. Ketiga, ridha bi rizqillah (rezeki Allah)  berarti menerima dan merasa cukup (qana’ah) terhadap rezeki yang dianugerahkan kepadanya, tidak rakus dan tidak serakah,  meskipun sedikit dan belum mencukupi kebutuhannya



5. TAKDIR TETAP BERJALAN

Qs. Taghabun: 11 "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".
Qs. Ar'raad: 39 "Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuz)."  
Ar'raad: 11 "Allah tdk akan merubah nasib suatu kaum , jika kaum itu tdk merubah nasibnya sendiri".
Takdir ALLAH ini dibagi menjadi 2, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram :

Takdir muallaq, yaitu takdir atau ketantuan ALLAh yang melibatkan peran manusia didalamnya melalui ikhtiar dan usaha yang dilakukan hambanya untuk mencapai tujuannya.

Contoh dari takdir muallaq :

a. Kepandaian yang diperoleh karena rajin belajar

b. Kekayaan yang diperoleh karena rajin berusaha dan bekerja

c. Kesehatan yang diperoleh karena menjaga pola makan dan olahraga

d. Kekuatan yang diperoleh karena rajin berlatiha beladiri dan latihan fisik

e. Banyaknya teman karena sifat kita yang ramah dan baik kepada semua orang

2. Takdir mubram, yaitu takdir atau ketentuan ALLAh yang mutlak dan tidak bisa dielakkan akan terjadi pada manusia dimana manusia tidak memiliki kuasa untuk merubah takdir mubram dari ALLAH. 

3. Contoh takdir mubram :

a. Kematian baik waktu, cara dan tempatnya

b. Bencana alam seperti gunung meluts, gempa , tsunami

c. Jenis kelamin laki-laki dan perempuan

d. Ras dan warna kulit

e. Kiamat


Referensi:

https://brainly.co.id/tugas/26415908https://draft.blogger.com/blog/post/edit/1352590089087586086/8562889186914729499

https://www.republika.co.id/berita/n2w8bl/menggapai-ridha-allah

https://republika.co.id/tag/sabar

https://republika.co.id/tag/ikhlas

https://republika.co.id/berita/islam-digest/kajian-alquran/qjwetz320/syarat-dapat-pahala-di-dunia-dan-akhirat-menurut-alquran
https://www.republika.co.id/berita/no4rdh/pahala-seseorang-dilihat-dari-niatnya
https://id.wikipedia.org/wiki/Sabar
Referensi: https://almanhaj.or.id/11937-pengertian-ikhlas-2.html

Kamis, 18 Februari 2021

Study on Ability of Elementary School Teacher in Writing Test Items During The Pandemic Time of Covid-19 (IJEA JOURNAL)

 Sri Wuryanti, NFN Muhardis


Abstract

The purpose of this study was to obtain information about the ability of elementary school teachers in composing test questions in private universities. This research uses qualitative research, which describes empirical reality using a descriptive approach. This study also uses a literature study, with documents to find some field data that occurs in the form of questions on several subjects. Meanwhile, the descriptive method is finding facts with the right interpretation, namely understanding the concept of the material, the ability to use the rules of the question. Meanwhile, the data analysis used was (1) the subject matter expert's judgment in interpreting some of the item test document findings, (2) theoretically and empirically the item had met the standard question rules. This research was found, during the COVID 19 pandemic, all parents or guardians have a 100% chance of assisting with distance learning as unprecedented. The sample consisted of nine subject teachers and the population was all fourth-grade teachers in primary schools as research subjects. So the assessment also uses offline and online so that it is found, (1) biased test questions, because the linguistic structure of the main sentence and explanatory sentences, is wrong in choosing questions with answers, (2) does not understand the rules about the questions: such as homogeneity of questioners, long and short answers, the use of standard Indonesian. Meanwhile, some of the test questions that were found to have problems were Indonesian, Natural Science, Character, and Boy Scouts. From 12 items, 4 items had material concept errors and 8 items error in the rules.

Keywords


test; understanding of concepts; rules of questions; subjects; assessment


Selengkapnya silahkan buka dilink berikut:


PUASA MENAHAN BERBICARA

“Zakaria berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.’ Tuhan berfirman, ‘Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat’.” Qs. Maryam:10


“Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini’.” Qs. Maryam: 16


“Sesudah amarah Musa menjadi reda (sakata), lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Qs. Al-Anfal: 154


Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Barang siapa banyak bicara maka akan bertambah banyak kesalahannya, orang yang banyak kesalahannya rasa malu dan harga dirinya (wara) sedikit, dan barang siapa yang sedikit wara-nya maka akan masuk neraka.”


Salah satu ciri puasa khawas al-khawash (sangat khusus) ialah berpuasa bicara, yang di dalam bahasa tasawuf disebut al-Sukut dan al-Shumt. Dalam kamus bahasa Arab dua kata tersebut bermakna sama. Kata al-shumt digunakan di dalam hadis dan kata-kata hikmah, seperti Man shamata naja (barang siapa yang diam maka akan aman) dan Al-shumt hukmun (Diam itu hikmah). Beberapa istilah lain juga digunakan di dalam hadis, seperti Man ‘arafa Allah kalla lisanuh (Barang siapa yang memahami Allah maka kelu lidahnya), maksudnya amat membatasi diri bicara kepada orang lain dan ia lebih banyak berbicara atau berkomunikasi kepada Tuhannya. Apa pun istilahnya, intinya berpuasa atau menahan diri untuk tidak banyak berkata atau tidak berbicara dengan orang lain, termasuk di sini tidak berkomunikasi visual atau online dengan menggunakan alat komunikasi modern, seperti e-mail atau SMS. Membatasi diri bicara hanya untuk hal-hal yang sangat penting saja saat seseorang berpuasa maka inilah yang dimaksud salah satu dari puasa khawash al-khawash. Semakin sedikit berbicara semakin berpeluang ia meraih martabat puasa khawash al-khawash


Ada beberapa manfaat dari puasa berbicara untuk memaksimalkan kemampuan menulis.
  1. Menghindari ungkapan yang keluar dari kata-kata tidak tepat. 
  2. Menjadikan berbicara lebih bermanfaat. 
  3. Mendorong untuk menuliskan kata-kata dalam bentuk tulisan. 
  4. Mengurangi dosa. Hal ini menjadikan hidup lebih tenang dan damai. 
  5. Membiasakan berfikir lebih dahulu daripada berbicara baru berfikir. 

Beberapa tips mungkin bermanfaat bagi kita yang ingin berpuasa bicara dan memaksimalkan dalam menulis. 
  1. Niat untuk puasa bicara yang tidak baik.
  2. Selalu menyediakan kertas kecil dan pulpen kemana pergi, kalau ini tidak lupa. Hal ini bermanfaat untuk mencatat kejadian, ungkapan, atau ide.
  3. Menuliskan dalam catatan di hp.
  4. Mempunyai sebuah pengingat ketika hendak berbicara yang tidak baik. Saya sering diingatkan oleh lalat yang menyukai tempat yang kotor dan menjijikkan. Dan juga oleh dedaun yang mengeluarkan oksigen kala kita memberi Co2.

Referensi
https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/gaya-sufi/na8457/puasa-bicara-alsukut-wa-alshumt-1

https://www.kompasiana.com/sangpemenangpembelajar/55003949a333115c7351023f/puasa-berbicara

Cerita alana: PESTA ULANG TAHUN


 

Jumat, 05 Februari 2021

TIPS MENULIS ARTIKEL DI JURNAL ILMIAH

Bagi penulis pemula seperti yang saya alami, menulis di jurnal ilmiah terakreditasi merupakan pengalaman seru dan menegangkan karena harus beberapa kali sabar untuk revisi seperti halnya mahasiswa dalam bimbingan skripsi/tesis. Dengan ini saya share beberapa cara agar tulisan kita dapat terbit di jurnal-jurnal tersebut:

1. Cari referensi nama jurnal yang sesuai tema tulisan kita, yang terindeks atau terakreditasi misalnya web Sinta.

https://sinta.ristekbrin.go.id/journals 

2. Apabila sudah dapat nama jurnal yang sesuai dengan tulisan kita, kemudian mendaftar.

Apabila belum bisa minta dibimbing rekan yang sudah berpengalaman, dan jangan malu bertanya.

3. Ikuti langkah-langkah penulisan ilmiah sesuai dengan aturan dan ketentuan dari jurnal tersebut 

Dari Aturan judul sampai dengan referensi

4. Apabila artikel kita diterima maka akan ada catatan review dari editor satu  dan selanjutnya editor dua

Apabila diterima maka segera diperbaiki sesuai catatan editor agar tulisan kita tidak dihapus(archieves) dari laman jurnalnya.

Demikianlah Tips singkat ini semoga membantu.

Selamat Menulis

HONESTY

 


Korelasi positif antara komitmen yang benar dan perilaku yang benar dengan kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Inilah sesungguhnya makna dari sabda Nabi dalam hadis shahih (Bukhari Muslim) yang menyatakan bahwa kejujuran atau kebenaran (al-shidq) akan membawa manusia kepada kebajikan, sedang kebajikan akan mengantar dan menuntunnya menuju sorga. Seperti yang tersurat dalam ayat-ayat Allah SWT dan hadist, sebagai berikut:

Pada surat Al-Quran surat: An-Nisa' Ayat 69 disebutkan bahwa "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

Disebutkana pula dalam A-Quran surat: At-Taubah Ayat 119 "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."

Al Ahzab ayat 35:“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sidiqin (benar), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. 

Menurut Ibn al-Qayyim al-Jauziah: "Sikap jujur atau disebut juga sikap yang benar (al-shidq),  melibatkan tiga aspek dalam diri kita, yaitu perkataan (aqwal), perbuatan (af'al), dan sikap mental (ahwal). Setiap aspek di atas memiliki ukuran dan kriterianya sendiri."

Surat Maryam: 56 "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi."  Nabi Idris adalah buyut Nabi Ibrahim atau ayah kakek Nabi Nuh.

Hadist Riwayat At-Tirmidzi: “Tinggalkanlah apa apa yang meragukanmu dengan mengerjakan apa apa yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan kepada keraguan atau kebingungan”. 

Dalam Kitab Madarij al-Salikin disebuttkan bahwa: "jujur atau benar dalam perkataan berarti adanya persesuaian perkataan dengan hati nurani dan dengan kenyataan atau realita. Jujur dalam bekerja dan berbuat berarti koherensi dan konsistensi antara perbuatan dan perintah Allah swt serta Sunnah Rasul. Adapun jujur dalam sikap mental berarti komitmen dan kesetiaan seorang dalam bekerja dan beribadah kepada Allah swt, selanjutnya kejujuran harus dilihat dari intensitas dan kesungguhan orang yang bersangkutan dalam menjaga dan memelihara ketiga aspek di atas."


Muhasabah:
perkataan Arab as-shidq, tak hanya berarti jujur, tapi juga berarti benar, sungguh-sungguh, konsisten, teguh, dan tepat. Dalam Alquran, selain disebutkan ada perkataan yang benar (lisan al-shidq), juga disebutkan beberapa hal lain yang diberi atribut serupa (al-sidq). Misalnya, jalan keluar dan jalan masuk yang benar (makhraj al-shidg dan madzkhal al-shidq), langkah atau sepak terjang yang benar dan tepat (qadam al-shidq), dan tempat duduk atau kediaman yang benar dan sejati (maq'ad al-shidq). Yang dimaksud jalan keluar dan jalan masuk yang benar adalah komitmen seorang untuk selalu berjuang di jalan Allah, seperti keluarnya (hijrahnya) Nabi Muhammad saw dari Mekah menuju Medinah. Sedang maksud langkah dan sepak terjang yang tepat adalah kerja dan amal saleh. Sementara yang dimaksud dengan tempat duduk atau kediaman yang benar dan sejati adalah sorga.

Macam sifat jujur yang dibedakan berdasarkan penerapan sifat jujur tersebut; 

(1) Jujur dalam niatnya atau kehendaknya, artinya seseorang terdorong untuk berbuat sesuatu atau bertindak dengan dorongan dari Allah. (2) Jujur dalam ucapan, yaitu seseorang yang berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui atau terima. Ia tidak berkata apapun, kecuali perkataan tersebut merupakan kejujuran. (3) Jujur dalam perbuatan, yaitu seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya. (4) Jujur dalam janji, artinya dia selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada manusia. Dia hanya mengucapkan janji yang dia tahu bisa dia tepati. (5) Jujur sesuai kenyataan, yang berarti dia menerapkan kejujuran pada segala hal yang dia alami di dalam hidupnya.

Hikmah Jujur:

1. Hati menjadi tenang. Orang yang selalu jujur akan memiliki hati yang tenang, dia selalu merasa nyaman dengan perbuatan dan kalimat jujur yang dilakukannya. Apapun urusan yang dilakukan dia tetap mendapatkan kedamaian dalam hatinya karena segala sesuatu telah dilakukannya dengan benar dan tidak merugikan orang lain.

2. Setiap orang mempunyai potensi menjadi orang yang menyenangkan dan disukai semua orang jika dalam diri orang tersebut banyak sisi positifnya. Umumnya setiap orang akan merasa bahagia dan senang berada di dekat orang yang jujur, meskipun dia sendiri bukanlah orang yang jujur alias seorang pendusta. Dalam hubungan apapun, kejujuran merupakan awal dari kepercayaan, dan kepercayaan adalah awal dari langgengnya sebuah hubungan, baik itu pasangan suami istri, persahabatan, ataupun rekan bisnis. Orang yang jujur akan disukai orang-orang di sekelilingnya karena tidak berkata dusta dan dapat dipercaya sehingga merasa damai berada di dekatnya. 


Referensi:

https://arbaswedan.id/memaknai-nilai-kejujuran-dalam-kehidupan/

https://republika.co.id/berita/pu5xx0458/makna-kejujuran



AKM SEBAGAI SUPPORTING PEMBELAJARAN DI KELAS

PPT AKM silahkan download dari link berikut: https://docs.google.com/presentation/d/13r5kEj1kk5g-ljlmLS4blPQ2Tj_-n5na/edit?usp=sharing&o...